Cerpen Lucu Banget Pedagang Kaki Dua, Ngakak Deh…!!

Cerpen Lucu | Cerpen dengan genre humoris ini memang menjadi salah satu cerepen yang paling banyak di cari oleh banyak orang. oleh karena itu saat ini saya akan berikan sebuah cerpen yang lucu untuk memuarkan anda para pembaca. dan supaya anda tidak bosan membaca dengan semua postingan di blog ini yang sebagian besar adalah puisi. cerpen saya rasa bisa menjadi salah satu selingan yang bisa membuat anda tidak bosan dengan semua yang saya bagikan disini.

Cerpen lucu yang kali ini saya bagikan adalah sebuah cerpen yang menceritakan seorang anak pedagang asongan yang selalu saja membuat pak satpol pp geram dengan tingkah lakunya. ia sudah berkali-kali tertangkap namun juga ia berkali-kali selalu punya cara unik untuk mengelak dari pak satpol pp. yuk sobat langsung saja kita simak puisi-puisinya di bawah ini. semoga anda membaca dengan penuh tawa ya….!!

Cerpen Lucu Banget Pedagang Kaki Dua, Ngakak Deh...!!

PEDAGANG KAKI DUA

Oleh : Pairun Adi

Tarjo, pedagang asongan yang sering bikin jengkel SATPOL, lantaran ia bandel setiap kena razia. Ketua SATPOL sangat geram dengan tingkah dan kecerdikannya.
Ia sering berdagang di tempat-tempat yang dilarang. Seperti di dalam area alun-alun kota. Tak sendirian, banyak pedagang kaki lima yang bandelnya seperti Tarjo.
“Tantib! Tantib!” teriak seorang juru parkir.
Mendengar teriakan itu, semua pedagang kaki lima mengulung dagangannya dan kabur ke luar area alun-alun. Tapi Tarjo malah asyik melayani pebelinya.
“Tarjo lagi, Tarjo lagi!”
“Ah …, Bapak lagi, Bapak lagi” sahut Tarjo dengan santainya.
“Kamu bandel amat ya? Ayo ikut ke kantor!” herdik bapak itu.
“Bapak kok ga bosan-bosan ketemu saya? Di terminal, di stasiun dan di sini juga masih saja ketemu saya.”
“Maka karena saya bosan itu, sekarang kamu ikut saya ke kantor!” bentak bapak itu.
“Salah saya di sini apa, Pak?”
“Kamu ngak bisa baca?”
“Bisa, Pak.”
“Kamu ngak baca tulisan di pintu masuk?”
“Baca, Pak. Pedagang kaki lima dilarang berjualan di dalam area alun-alun.”
“Nah, karena kamu berdagang di dalam area, berarti kamu telah melanggar, sekarang kamu saya tangkap dan ikut saya ke kantor!”
“Lho … saya pedagang kaki dua, Pak. Berarti saya pedagang asongan, kan yang dilarang pedagang kaki lima, Pak.”
“Waduh … Tarjo … Tarjo, kamu bikin jengkel saja!” teriak bapak itu geram geram sekali.
Akhirnya Bapak SATPOL itu menyerah dengan perkataan Tarjo.
“Ya sudah, sana pergi … Dagang di luar sana! Awas kalo balik lagi!” ujarnya.
Tarjo ngloyor pergi sambil senyum penuh kemenangan.
Besok sorenya, Tarjo berdagang lagi di dalam area alun-alun itu. Seperti biasa, yang lain juga ikutan mengelar dagangannya.
“Tantib! Tantib!” teriak juru parkir seperti biasanya pula.
Para pedagang segera mengulung dagangannya dan kabur ke luar area. Tarjo masih dengan PDnya melayani pembeli. Ia tak memperdulikan teriakan peringatan itu.
“Tarjo lagi, tarjo lagi!” herdik Bapak SATPOL.
“Bapak lagi, Bapak lagi,” timpal Tarjo dengan santai.
“Ayo ikut saya!” seru Bapak itu sambil menyeret Tarjo.
“Mau ke mana, Pak?”
“Ke pintu masuk!” jawabnya dengan geram sekali.
Begitu sampai di pintu masuk, Tarjo disuruh membaca tulisan larangan di pintu masuk tersebut.
“Ayo baca, Tarjo!” bentaknya.
“Pedagang kali lima dan pedagang kaki dua atau asongan dilarang berjualan di dalam area alun-alun,” jawab Tarjo dengan sedikit terkejut.
“Nah, karena kamu telah melanggar, sekarang kamu saya bawa ke kantor!”
“Tapi, kapan tulisan ini diganti, Pak?”
“Sudah, jangan banyak tanya, ayo ikut!”
Tarjo tak berkutik lagi. Ia dengan lemas digelandang ke kantor SATPOL PP.
Sepandai-pandainya tupai meloncat, akhirnya Tarjo ketangkap juga.

Sekian