Dalam Dekapan Rindu yang Tak Terlupakan

Dalam Dekapan Rindu yang Tak Terlupakan

Dalam Dekapan Rindu yang Tak Terlupakan

Rindu, bagai peluru yang melesat cepat,
Menembus relung hati yang paling dalam,
Menyisakan luka yang tak kunjung sembuh.

Rindu, bagai ombak yang menerjang pantai,
Menghempaskan segala rasa yang ada,
Membuatku terombang-ambing dalam ketidakpastian.

Rindu, bagai api yang membakar jiwa,
Menyulut bara di dalam dada,
Membuatku tak kuasa untuk beranjak.

Namun, rindu juga bagai pelangi setelah hujan,
Menampilkan keindahan di tengah kesedihan,
Memberi harapan di tengah keputusasaan.

Rindu, bagai bintang di malam hari,
Bersinar terang di tengah kegelapan,
Menuntunku untuk terus melangkah.

Rindu, bagai matahari pagi,
Menyinari hidupku dengan kehangatan,
Memberiku energi untuk terus maju.

Rindu, bagai pelangi setelah hujan,
Menampilkan keindahan di tengah kesedihan,
Memberi harapan di tengah keputusasaan.

Rindu, bagai bintang di malam hari,
Bersinar terang di tengah kegelapan,
Menuntunku untuk terus melangkah.

Rindu, bagai matahari pagi,
Menyinari hidupku dengan kehangatan,
Memberiku energi untuk terus maju.

Rindu, bagai pelangi setelah hujan,
Menampilkan keindahan di tengah kesedihan,
Memberi harapan di tengah keputusasaan.

Rindu, bagai bintang di malam hari,
Bersinar terang di tengah kegelapan,
Menuntunku untuk terus melangkah.

Rindu, bagai matahari pagi,
Menyinari hidupku dengan kehangatan,
Memberiku energi untuk terus maju.