Di Antara Kerinduan yang Terabaikan

Di Antara Kerinduan yang Terabaikan

Di Antara Kerinduan yang Terabaikan

Di antara kerinduan yang terabaikan
Aku berdiri sendiri, di tengah malam
Menatap bintang-bintang yang bersinar terang
Dan bertanya-tanya, di mana kau sekarang?

Aku rindu sekali padamu, kasih
Setiap hari, setiap saat
Aku selalu memikirkanmu
Dan berharap kau juga memikirkanku

Namun, aku tahu itu mustahil
Kau telah pergi jauh, meninggalkanku sendiri
Dan aku tidak tahu kapan kita akan bertemu lagi

Tapi aku akan terus berharap
Bahwa suatu saat nanti, kita akan bersatu kembali
Dan kita akan hidup bahagia selamanya

Sampai saat itu tiba, aku akan terus merindukanmu
Dan aku akan selalu menyimpanmu di dalam hatiku

Kerinduan yang Terabaikan

Kerinduan yang terabaikan,
Seperti bunga yang layu dan mati.
Tak ada yang peduli,
Tak ada yang tahu.

Hatiku menangis pilu,
Menahan rasa sakit yang tak terperi.
Namun, tak ada yang mendengar,
Tak ada yang peduli.

Aku hanya bisa berharap,
Suatu saat nanti,
Akan ada seseorang yang mengerti,
Yang akan menghapus rasa rindu ini.

Namun, hingga saat itu tiba,
Aku hanya bisa terus menangis,
Dan menahan rasa sakit yang tak terperi ini.

Rindu yang Terpendam

Rindu yang terpendam,
Seperti api yang membakar hati.
Tak bisa diungkapkan,
Tak bisa dilepaskan.

Aku berusaha untuk melupakanmu,
Namun, setiap saat,
Wajahmu selalu muncul di benakku.

Aku berusaha untuk menyibukkan diri,
Namun, setiap saat,
Ingatan tentangmu selalu menghantui.

Aku hanya bisa berharap,
Suatu saat nanti,
Rindu ini akan hilang,
Dan aku akan bisa hidup tanpamu.

Namun, hingga saat itu tiba,
Aku hanya bisa terus menahan rindu ini,
Dan berharap suatu saat nanti,
Kita akan bertemu kembali.