Pagi yang Menyedihkan

Pagi yang Menyedihkan

Pagi yang Menyedihkan

Langit kelabu menyelimuti pagi ini,
Matahari enggan muncul menyapa bumi,
Awan hitam berarak pelan di ufuk timur,
Menimbulkan rasa sedih dalam hati.

Burung-burung tak bernyanyi riang,
Hanya terdengar suara angin semilir yang pelan,
Pohon-pohon pun tak bergoyang-goyang,
Seolah memendam duka yang mendalam.

Kurasakan embun pagi yang dingin menusuk tulang,
Menambah rasa pilu di dalam hatiku,
Kulangkahkan kaki dengan gontai,
Menyusuri jalan yang terasa begitu sepi.

Tak ada seorang pun yang terlihat di jalan,
Hanya kulihat beberapa hewan kecil yang berlarian,
Mereka pun seolah merasakan kesedihan pagi ini,
Yang menyelimuti hatiku dan alam sekitarnya.

Aku berhenti sejenak di sebuah taman,
Duduk di sebuah bangku yang kosong,
Kutatap langit yang kelabu,
Dan kurasakan kesedihan yang semakin mendalam.

Mengapa pagi ini terasa begitu sedih,
Mengapa alam seolah berduka cita,
Apakah ada sesuatu yang buruk terjadi,
Yang tak kuketahui sebelumnya?

Aku tak tahu jawabannya,
Namun yang pasti pagi ini terasa begitu sedih,
Seolah dunia sedang menangis,
Dan aku pun ikut merasakannya.

Kutatap kembali langit yang kelabu,
Dan kuucapkan doa dalam hati,
Semoga kesedihan ini segera berlalu,
Dan digantikan dengan keceriaan dan kebahagiaan.

Namun untuk saat ini, aku hanya bisa menerima,
Kesedihan yang menyelimuti pagi ini,
Dan berharap bahwa esok hari,
Akan menjadi pagi yang lebih baik.