Pagi yang Tercecer

Pagi yang Tercecer

Pagi yang Tercecer

Mentari pagi malu-malu menampakan dirinya
Bersembunyi di balik awan gelap
Menyisakan secercah cahaya redup

Burung-burung bernyanyi riang
Menyambut pagi dengan gembira
Namun, hatiku terasa hampa

Pagi ini, aku kehilangan sesuatu
Yang tak terganti dan tak ternilai
Pagi ini, aku kehilangan waktu

Waktu yang seharusnya menjadi saksi
Akan kebahagiaan dan cinta
Namun, kini waktu itu telah pergi
Menyisakan penyesalan dan nestapa

Pagi ini, aku hanya bisa terdiam
Menyesali waktu yang telah tercecer
Menangis dalam diam,
Menyesali semua yang telah terjadi

Pagi ini, aku berharap
Waktu bisa kembali lagi
Agar aku bisa memperbaiki semuanya
Dan tidak kehilangan waktu lagi

Namun, harapan itu hanyalah mimpi
Waktu takkan pernah bisa kembali
Dan aku harus menerima kenyataan
Bahwa pagi ini, aku telah kehilangan waktu

Pagi ini, aku belajar
Bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga
Yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya
Agar tidak menyesal di kemudian hari

Pagi ini, aku berjanji
Akan menghargai setiap detik waktuku
Dan tidak akan pernah menyia-nyiakannya lagi
Karena aku tahu, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga
Dan takkan pernah bisa kembali lagi