Pagi yang Terhenti

Pagi yang Terhenti

Pagi yang Terhenti

Pagi ini, mentari tak kunjung datang
Tertahan di balik awan mendung
Angin bertiup kencang, dinginnya menusuk tulang
Hujan pun turun, tak henti-hentinya

Jalanan lengang, tak ada kendaraan yang lalu lalang
Hanya suara rintik hujan yang terdengar
Menemani pagi yang sunyi ini

Aku berdiri di jendela, menatap keluar
Memikirkan tentang hidup yang tak kunjung usai
Perjuangan yang tak pernah ada habisnya
Kapan semua ini akan berakhir?

Aku lelah, aku ingin menyerah
Tapi aku tahu, aku tak bisa
Aku harus terus berjuang, demi masa depan
Demi anak-anakku

Pagi ini, aku berdoa
Kepada Tuhan, semoga semua ini segera berakhir
Semoga hidupku kembali normal
Dan aku bisa menikmati pagi yang cerah

Pagi yang terhenti, pagi yang sunyi
Tapi aku yakin, pagi yang indah akan segera datang
Dan aku akan menyambutnya dengan senyuman

Puisi ini menggambarkan perasaan seseorang yang sedang lelah dan putus asa. Ia merasa hidupnya tak kunjung usai dan perjuangannya tak pernah ada habisnya. Ia ingin menyerah, tapi ia tahu bahwa ia harus terus berjuang, demi masa depan dan demi anak-anaknya.

Pagi yang terhenti, pagi yang sunyi, menggambarkan keadaan hidup yang sedang dialami oleh orang tersebut. Namun, ia tetap berharap bahwa pagi yang indah akan segera datang dan ia akan menyambutnya dengan senyuman.