Pagi yang Terlena

Pagi yang Terlena

Pagi yang Terlena

Embun pagi yang menyegarkan,
Menyapu lembut wajah yang terlelap,
Namun mataku masih tertutup rapat,
Terlena dalam mimpi yang tak kunjung lepas.

Langit yang biru mulai menguak,
Menebarkan sinarnya yang cerah,
Namun aku masih tenggelam dalam lamunan,
Terbuai oleh melodi yang teramat nyaman.

Burung-burung berkicau merdu,
Menyapa pagi dengan nyanyiannya,
Namun telingaku tak mampu menangkapnya,
Terhalang oleh kantuk yang menguasai jiwa.

Aroma kopi yang mewangi,
Menggoda hidungku untuk menghirupnya,
Namun aku masih enggan beranjak,
Terikat oleh bantal yang memelukku erat.

Ah, pagi yang indah ini terlena,
Oleh diriku yang masih tenggelam dalam mimpi,
Saat dunia di luar sana telah menyambutnya,
Aku masih bermalas-malasan di dalam sini.

Bangkitlah, jiwaku, dari keterlenaan ini,
Sambut pagi yang telah menanti,
Rasakan kesegaran embun dan hangatnya sinar mentari,
Dan mulailah hari dengan penuh semangat yang baru.