Pagi yang Terseret

Pagi yang Terseret

Pagi yang Terseret

Matahari terbit perlahan,
Menyinari bumi yang masih gelap.
Burung-burung mulai bernyanyi,
Menyambut hari yang baru.

Namun, di sudut kota yang terpencil,
Seorang anak kecil berjalan sendirian.
Dia tampak lelah dan putus asa,
Terseret oleh beban kehidupan.

Dia berjalan menyusuri jalan-jalan,
Mencari tempat untuk berlindung.
Dia tidak punya rumah,
Tidak punya keluarga, dan tidak punya teman.

Dia hanyalah seorang anak kecil,
Yang terseret oleh pagi yang tak berujung.
Dia tidak tahu harus ke mana,
Dan dia tidak tahu harus berbuat apa.

Dia hanya berjalan terus,
Mencari tempat untuk beristirahat.
Dia berharap,
Suatu hari nanti, dia akan menemukan kebahagiaan.

Namun, untuk saat ini,
Dia hanya seorang anak kecil yang terseret,
Oleh pagi yang tak berujung.

Refleksi:

Puisi ini menggambarkan kisah hidup seorang anak kecil yang terseret oleh beban kehidupan. Dia tidak punya rumah, tidak punya keluarga, dan tidak punya teman. Dia hanyalah seorang anak kecil yang terseret oleh pagi yang tak berujung.

Puisi ini mengajarkan kita tentang pentingnya kasih sayang dan perhatian. Kita harus peduli terhadap sesama manusia, terutama terhadap anak-anak kecil yang membutuhkan bantuan. Kita harus memberikan mereka kasih sayang dan perhatian, agar mereka tidak merasa sendirian dan putus asa.