Pagi yang Tersia-sia

Pagi yang Tersia-sia

Pagi yang Tersia-sia

Pagi yang terbuang,
Di antara sepoi angin yang berbisik,
Menyapa bunga-bunga yang mulai merekah,
Menyanyikan melodi alam yang menenangkan.

Namun, ku sia-siakan pagi yang indah ini,
Terjebak dalam lamunan yang tak berujung,
Tenggelam dalam pikiran yang tak berarah,
Hingga waktu terus berlalu tanpa makna.

Matahari kian meninggi,
Menyemangati kehidupan yang bergeliat,
Burung-burung berkicau riang di dahan-dahan,
Menyanyikan puji-pujian kepada sang pencipta.

Namun, ku masih terlena dalam mimpiku,
Membiarkan waktu berlalu begitu saja,
Tanpa berbuat sesuatu yang berarti,
Hingga akhirnya pagi yang indah ini berakhir.

Kini, ku menyesali kebodohanku,
Telah menyia-nyiakan pagi yang begitu berharga,
Waktu yang seharusnya ku manfaatkan untuk berkarya,
Untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Namun, semuanya telah terlambat,
Pagi telah berlalu,
Dan tak akan pernah kembali lagi,
Hanya penyesalan yang tersisa di hatiku.

Semoga esok hari,
Aku dapat lebih bijak dalam memanfaatkan waktu,
Agar tak ada lagi pagi yang terbuang percuma,
Dan agar setiap hari dapat ku isi dengan karya dan kebaikan.