Pagi yang Tertunda

Pagi yang Tertunda

PAGI YANG TERTUNDA

Di batas timur bumi, terlukis warna jingga
Seolah seorang pelukis ulung yang sedang berdansa
Menorehkan goresan-goresan indah di kanvas cakrawala

Namun, pagi ini terasa berbeda
Mentari seolah enggan menyapa
Tersembunyi di balik awan yang tebal dan kelam

Pagi yang tertunda, bagai kisah cinta yang tak kunjung tiba
Menyisakan tanya dan lara di hati yang gundah
Menunggu jawaban yang tak kunjung datang

Burung-burung pun enggan berkicau
Membiarkan kesunyian menyelimuti ruang hampa
Menanti kehadiran cahaya yang kan membelah kegelapan

Namun, di balik awan yang tebal
Tersimpan asa yang tak pernah padam
Menunggu saat yang tepat untuk bersinar

Seperti pagi yang tertunda, kehidupan ini juga penuh misteri
Terkadang suka, terkadang duka, terkadang bahagia, terkadang lara
Tapi, yakinlah bahwa di balik setiap ujian
Selalu ada hikmah yang tersembunyi

Maka, pada pagi yang tertunda ini
Mari kita belajar bersabar dan beriman
Menunggu datangnya mentari yang kan menyinari hari-hari kita
Dan berharap bahwa di balik awan yang kelam
Tersimpan kebahagiaan yang tak terkira