Puisi Duka Rembulan Kesunyian |

Puisi duka rembulan kesunyian. Duka artinya susah hati atau sedih, sedangkan rembulan adalah bulan, remubulan disini berarti dapat diartikan nama seorang, dan kesunyian adalah merasa sepi aau sunyi karena sendirian.

Jadi duka rembulan kensyian dapat di simpulkan, kesediahan seseorang karena merasa suayi, akan tetapi judul ini, hanya kombinasi dua puisi dari tiga puisii di kesempatan ini, adapun masising masing judul puisinya antara lain.

  • Puisi kesunyian
  • Puisi duka rembulan
  • Puisi tirai kelabu
  • Puisi rembulan menangis

Salah satu penggalan bait dair keempat puisi tersebut. “Airmata ini menganak sungai Membanjiri kedua pipiku Derasnya melebihi hujan yang mendera Lambangkan duka yang mendalam Akankah rasa ini musnah Hanyut bersama deraian airmataku”. Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

KESUNYIAN
By.DewyRose.

Lara ini kian merajam
Kuingin tepiskan duka
Andaikan waktu berpihak padaku
Takkan kesunyian menjadi setia
Malam yang pekat selalu tersenyum
Menyambut iba mengharu biru

Rembulan tak lagi berpihak
Kesedihan memasung jiwa
Rapuh, kala raga kian lelah
Menanti hadirmu bagaikan sang bayu

Malam…
Kemarin kau singgah di hatiku
Kuharap untuk selamanya

Bkz, 18.06.16
00:30

DUKA REMBULAN
By.DewyRose.

Malam larutkan sepi
Kepedihan menyelimuti jiwa
Kala purnama enggan menyapa
Hanyutkan daku dalam khayal

Dingin kian mencekam
Sayatan luka semakin nyata
Seakan terus mengiris, perih
Menyimpan tangisan kepiluan

Duka rembulan kian nyata
Butiran-butiran airmata kian menderas
Basahi malam yang gerimis
Menanti dirimu yang tiada

Haruskah ini berakhir?

Bkz, 18.06.16
01:01

TIRAI KELABU
By.DewyRose.

Rinai hujan mewarnai hari
Dinginnya sungguh mencekam kepiluan
Melodi rindu masih saja bersenandung
Untaikan bait-bait asmara
Membuat guratan luka kian membekas

Dalam diam aku kesepian
Hampa jiwa terajam lara
Perih hati tiada terkira
Hanya mendung temani duka
Lagi dan lagi
Tirai kelabu masih setia

Untukmu…
Jangan biarkan senyumku pergi lagi

Bkz, 18.06.16
10:15

REMBULAN MENANGIS
By.DewyRose.

Lihatlah…
Airmata ini menganak sungai
Membanjiri kedua pipiku
Derasnya melebihi hujan yang mendera
Lambangkan duka yang mendalam

Akankah rasa ini musnah
Hanyut bersama deraian airmataku?
Bagaimanakah denganmu yang di sana?
Mengertilah…

Rembulan pun menangis
Saat kau torehkan luka di hatiku
Terlalu dalam sayatan luka yang kau beri
Hingga sulit untukku berbagi

Aahh…
Andai saja rasa itu masih ada
Andai saja kudapat mengulang waktu kembali
Andai saja engkau tak terlalu menahan egomu
Andai saja….

Pasti malam ini akan indah
Seperti setiap malam yang kita lalui bersama
Dulu…
Aku rindu itu

Bkz, 18.06.16
23:15
———–

Demikianlah puisi duka rembulan kesunyian.¬†Baca juga puisi puisi Dewi Rose yang lain, yang ada di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik… Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.