Puisi gara gara penguasa |

. Puisi gara gara penguasa. Penguasa yang baik adalah dia yang dapat menjadi cerminan bagi rakyatnya, sebagimana pengertian penguasa adalah orang yang mengusai, seseorang yang berkuasa. atau orang yang berhak atas segala sesuatu yang dikehendaki. Namun ketika dalam politik penguasa artinya sekelompok kecil orang dalam masyarakat yg melakukan semua fungsi politik, memonopoli kekuasaan, dan memperoleh hak- hak

Gara gara penguasa salah satu judul puisi kritik sosial dikesempayan ini, adapaun masing masing judul puisinya antara lain.

  1. Puisi nasib warna warni
  2. Puisi gara gara penguasa
  3. Puisi ramadhan kelam dan kopi hitam
  4. Puisi derita ramdhan

Salah satu penggalan bait dari kempat puisi tersebut, “Apa itu proporsionalitas Lihatlah jelata menangis Korupsi jadi bumbu penyedap derita jelata,jelata yang hanya mampu mengutuk Tapi tak mampu lepas dari puruk, disuruh meghormati adalah orang – orang yang berkuasa. Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya di bawa ini.

NASIB WARNA WARNI
Ismail Lubis

Seperti musik
Nasib itu banyak macam genrenya
Nikmati saja
Kmenangan hari ini bukan jaminan juara esok hari
Kekalahan bukan akhir dari segalanya
Tetaplah berjuang
Gunakan pikiran
Pakai hati
Tatap masa depan
Terus melangkah
Karena kmenangan adalah janji suci Tuhan
Bagi mereka yang bersungguh – sungguh
Dan mereka yang tidak kenal putu asa

Sidoarjo 16 Juni 2016

GARA – GARA PENGUASA
Ismail Lubis

Mereka berdalih keadilan
Melupakan apa itu proporsionalitas
Lihatlah jelata menangis
Korupsi jadi bumbu penyedap derita jelata
Jelata yang hanya mampu mengutuk
Tapi tak mampu lepas dari puruk
Ku tulis sajak inipun
Dengan tangis darah
Karena negeriku di pimpin para penyamun
Semua ini gara – gara penguasa

Sidoarjo 15 Juni 2016

RAMADHAN KELAM DAN KOPI HITAM
Ismail Lubis

Ribuan gelas kopi diteguk pagi ini
Tahukan anda bahwa maksiat itu nyata adanya
Maksiat tenggorokan
Dengan alasan untuk menyambung hidup
Membatalkan puasa sebelum waktunya pun di layani
Adalagi yang dengan alasan klise yaitu bekerja
Puasa ditinggalkan tanpa rasa berdosa
Mari kembali ke masalah si kopi hitam
Penjual kopi panen raya karea tiada makanan di rumah
Karena seisi rumah puasa semua
Lalu apa bedanya warkop dengan lokalisasi
Sama – sama maksiat room

DERITA RAMADHAN
Ismail Lubis

Ramadhan kali ini sangat mencekam
Orang tak puasa di hormati
Padahal itu jelas – jelas maksiat
Lucunya lagi yang disuruh meghormati adalah orang – orang yang berpuasa
Sama dengan kyai di suruh menghormati maling
Hahahaha pikiran mereka salto kali ya?
Apa jangan – jangan mereka tidak punya pikiran
Apa ini yang disebut negeri bertuhan
Yang maha esa lagi
Apa ini negeri yang katanya mayoritas muslim
Hahaha lucu

Sidoarjo 14 Juni 2016
——–

Demikianlah puisi gara gara penguasa. Baca juga puisi suara anank negeri yang lain yang ada di bloh ini Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik… Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label ¬†suara anak negeri. Tetap di blog menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.