Puisi Tentang Pagi yang Menyulut Semangat

Puisi Tentang Pagi yang Menyulut Semangat

Nyala Semangat

Di atas kertas yang kosong tak berparas,
Kata-kata menari, kisahkan amarah.
Puisi menyala, layaknya obor yang ganas,
Menyulut semangat, membangkitkan yang lesu.

Ink tinta hitam bagai darah yang menetes,
Mengalir deras, menyampaikan pesan yang mendesak.
Setiap bait, teriakan yang menggema lantang,
Mengutuk penindasan, melawan segala ketidakadilan.

Rima dan irama berpadu harmonis,
Membangkitkan emosi, menggetarkan jiwa.
Metafora tajam mengoyak tirai kemunafikan,
Menebarkan cahaya pada belenggu yang mencengkeram.

Puisi ini sumbu, menyulut api amarah,
Membakar habis ketakutan, meruntuhkan rasa gamang.
Dengan setiap syair, perlawanan disuarakan lantang,
Menginspirasi jiwa-jiwa yang terlena dalam kegelapan.

Kata demi kata bagai batu yang dilempar,
Menghantam dinding kesunyian yang membelenggu.
Suara penyair bergema, menggemakan harapan,
Bahwa kebebasan akan ditegakkan, keadilan akan ditebus.

Oh puisi tentang api, kau senjata yang ampuh,
Menginspirasi pemberontakan, membangkitkan gairah.
Dalam setiap barisnya, semangat menyala terang,
Menyulut asa, membakar habis rasa takut dan bimbang.