Rindu yang Mengalir dalam Awan

Rindu yang Mengalir dalam Awan

Rindu yang Mengalir dalam Awan

Dalam pelukan malam yang bertabur bintang,
Rindu membuncah, tak bisa ditahan larang.
Seperti sungai deras yang tak kunjung kering,
Mengalir deras dalam hati yang merintih.

Awan di angkasa menjadi saksi bisu,
Saat rindu menguasai, membelai kalbu.
Bayanganmu menari di setiap sudut pandang,
Meninggalkan kerinduan yang tak kunjung pandang.

Angin yang berhembus membawa bisikan,
Suara lembutmu yang selalu kurindukan.
Setiap tetes hujan membasahi wajah pilu,
Menjadi air mata yang tak mampu terbendung malu.

Oh, rindu yang menggerogoti jiwa,
Menjadi penghuni setia dalam kepala.
Aku terhanyut dalam lautan cinta yang dalam,
Menunggumu kembali, membawa sukacita yang panjang.

Dalam setiap tarikan napas, namamu terucap,
Jeritan hati yang terpendam tak kuasa ditahan rapat.
Aku bagai layang-layang yang terikat,
Menanti kau genggam, terbang bersama melepas penat.

Awan yang berarak menjadi kanvas lukisan,
Menggambar bayanganmu yang kucari di kejauhan.
Aku rindu pelukanmu yang terasa nyaman,
Bisikan cintamu yang membuatku merasa aman.

Meski jarak memisahkan, hati kita tetap terhubung,
Rindu yang mengalir dalam awan menjadi jembatan penghubung.
Setiap malam aku berharap, kau juga merasakan,
Rindu yang sama, menggebu dan menggelegar.

Oh, rindu yang menguasai, takkan pernah sirna,
Hingga kau kembali, membawa kebahagiaan yang tak terkira.
Dalam setiap detak jantungku, namamu bersemayam,
Rindu yang mengalir dalam awan, menjadi bukti cinta yang tak terbantahkan selamanya.