Rindu yang Terjalin dalam Kata-kata

Rindu yang Terjalin dalam Kata-kata

Rindu yang Terjalin dalam Kata-kata

Rindu, sebuah perasaan yang tak terlukiskan,
Menyelinap dalam sanubari, begitu memikat.
Kata-kata pun tak mampu menggambarkannya,
Namun hati memahami maknanya.

Rindu, bagai angin yang bertiup lembut,
Menyejukkan jiwa yang gersang.
Namun, rindu juga bisa menjadi badai yang menerjang,
Mengguncang jiwa hingga porak-poranda.

Rindu, bagai sungai yang mengalir tanpa henti,
Menyempurnakan perjalanan hidup.
Namun, rindu juga bisa menjadi air mata yang membasahi pipi,
Mengingatkan akan kehilangan yang tak tergantikan.

Rindu, bagai api yang membakar hati,
Menyulut semangat dan tekad.
Namun, rindu juga bisa menjadi bara yang membakar jiwa,
Menyiksa hati hingga tak berdaya.

Rindu, sebuah perasaan yang kompleks,
Menjalin kata-kata menjadi untaian puisi.
Rindu, sebuah anugerah yang tak ternilai,
Mengajarkan arti cinta dan kehidupan.

Kata-kata Rindu

Rinduku padamu,
Bagai bintang di langit malam,
Begitu jauh, namun begitu terang.

Rinduku padamu,
Bagai ombak di lautan,
Begitu kuat, namun begitu lembut.

Rinduku padamu,
Bagai angin di pegunungan,
Begitu sejuk, namun begitu menusuk.

Rinduku padamu,
Bagai api di perapian,
Begitu hangat, namun begitu membakar.

Rinduku padamu,
Bagai hujan di musim kemarau,
Begitu deras, namun begitu menyejukkan.

Rinduku padamu,
Bagai pelangi setelah hujan,
Begitu indah, namun begitu cepat memudar.

Rinduku padamu,
Bagai lagu yang mengalun lembut,
Begitu merdu, namun begitu menyayat hati.

Rinduku padamu,
Bagai puisi yang tertoreh indah,
Begitu dalam, namun begitu sulit dipahami.

Rinduku padamu,
Begitu besar, begitu dalam,
Hingga tak mampu lagi kuungkapkan dengan kata-kata.