Sajak Rindu yang Terucap dalam Sunyi

Sajak Rindu yang Terucap dalam Sunyi

Sajak Rindu yang Terucap dalam Sunyi

Dalam keremangan senja yang redup,
Rinduku bersemayam, terucap dalam sunyi,
Setiap tarikan napas adalah kidung pilu,
Membelai hati yang merindu sosokmu yang jauh.

Bayangmu jelas membayang di pelupuk mata,
Senyummu bagai mentari pagi yang benderang,
Namun jarak yang memisahkan mengoyak jiwa,
Membuat rindu ini terasa semakin menggerang.

Aku rindu belaian hangatnya tanganmu,
Yang mampu menghapus segala lara di hati,
Aku rindu bisikan mesramu di telingaku,
Yang menjadi penghibur di setiap kesunyianku.

Dalam keheningan malam yang berbintang,
Aku merenungi lautan rindu yang tak bertepi,
Membayangkan wajahmu yang membuatku tenang,
Menanti saat di mana kita bisa kembali bersama.

Meski jarak memisahkan kita saat ini,
Namun rasa sayangku tak pernah luntur sedetik pun,
Setiap detik yang berlalu adalah penantian,
Penantian untuk dapat memelukmu dalam genggamanku.

Oh, kekasihku yang jauh di sana,
Ketahuilah bahwa rinduku tak pernah padam,
Meski sunyi meraung merengkuh sukma,
Hatiku tetap berdoa untuk secepatnya berjumpa.

Dalam sunyi, aku terus berucapkan sajak rindu,
berharap suatu hari nanti sajak itu sampai ke telingamu,
Agar kau tahu bahwa aku selalu menunggumu,
Dalam rindu yang menggebu dan cinta yang tak pernah sirna.